KONTRAKTOR

 

Ruang Lingkup Kontraktor

Jasa kontraktor kami sering melakukan untuk proyek yang berskala besar, seperti pembangunan real estate, gedung perkantoran, mall atau pusat perbelanjaan. Proyek-proyek bonafit tersebut seringkali dikerjakan oleh kontraktor kami karena berbagai alasan, salah satunya karena mereka merupakan badan usaha yang sudah memiliki sertifikasi atau lisensi resmi.  

Untuk pembangunan atau renovasi hunian rumah tinggal, jasa kontraktor kamipun selalu dapat diandalkan. Dalam mengerjakan proyek tersebut, jasa kontraktor menawarkan sesuatu yang lebih di luar pengalaman mereka yang malang melintang di dunia konstruksi. Kelebihannya, yaitu pekerja di dalam kontraktor itu sendiri sudah memiliki lisensi dan sertifikasi resmi atas keahliannya. Kontraktor kami memiliki minimal 2 orang tenaga ahli profesional yang memiliki SKA (Sertifikat Keahlian) dengan kualifikasi Ahli Madya (gelar vokasi yang diberikan kepada lulusan diploma 3).

Dalam proses pengerjaan proyek rumah, kontraktor akan melakukan beberapa kali pertemuan dengan calon customer untuk membahas Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK) dan melakukan survey ke lokasi proyek rumah tersebut. Saat survey pun biasanya kontraktor akan melakukan pengukuran yang lebih detail, sehingga perhitungan untuk membuat SPK pun menjadi lebih akurat.

Proses pengerjaan proyek rumah yang menggunakan jasa kami memang membutuhkan lebih banyak persiapan dari customer, hal inilah yang membuat pekerjaan jasa kontraktor lebih terstruktur. Sehingga jika terjadi kesalahpahaman pada saat proyek berlangsung, customer dapat merujuk kepada SPK yang telah dibuat bersama kontraktor.

Sistem Pembayaran

Lalu bagaimana dengan sistem pembayaran? Pada umumnya, cara yang digunakan untuk membayar jasa kontraktor adalah sistem termin (bertahap). Namun, terdapat juga sistem pembayaran secara cost and fee.

Sistem Pembayaran Termin

Sistem termin ini biasanya dibagi menjadi empat tahap yang dibayar sesuai dengan progres proyek. Sebelum memulai proyek, umumnya Anda diharuskan untuk membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 20-30% dari nilai kontrak.

Setelah memberikan DP, kami akan memulai pekerjaan proyek Anda. Pada saat pekerjaan sudah mencapai 50%, maka pembayaran kedua akan dilakukan. Begitupun pembayaran berikutnya, sesuai dengan sistem termin yang telah disepakati oleh Anda dan kontraktor. Setelah bangunan benar-benar selesai, sisa pembayaran dapat Anda bayarkan. Untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan harapan, Anda dapat menahan 5-10% dari nilai kontrak sebagai garansi.

Sistem Pembayaran Cost and Fee

Dalam sistem pembayaran ini, kami bertindak sebagai pengelola proyek. Kami yang memakai sistem ini akan mengambil 10% dari nilai proyek sebagai upahnya. Sebelum melakukan perjanjian dengan customer, kami sudah harus menyiapkan anggaran dan jadwal sehingga cash flow proyek bisa terlihat dan customer dapat mengetahui berapa anggaran yang harus disiapkan setiap bulannya. Jumlah biaya bisa berbeda-beda karena yang dikerjakan setiap bulannya berbeda.

Dengan sistem ini, biaya tiap bulannya bisa lebih kecil atau lebih besar dari yang dianggarkan. Jika ada sisa anggaran, maka sisanya akan digunakan untuk bulan depan, sedangkan bila kurang, akan ditagihkan di bulan berikutnya.