INFORMASI

  • KPR BTN Subsidi
  • 2017-05-03 17:22
  • KPR BTN Subsidi adalah kredit pemilikan rumah  program kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu kredit, terdiri atas KPR untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun.

    Keunggulan

    • Suku bunga 5 % fixed sepanjang jangka waktu kredit
    • Proses cepat dan mudah
    • Uang muka mulai dari 1%
    • Jangka waktu maksimal s.d. 20 tahun
    • Perlindungan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran
    • Memiliki jaringan kerjasama yang luas dengan developer di seluruh wilayah indonesia

    Persyaratan Pemohon

    • WNI dan berdomisili di Indonesia
    • Telah berusia 21 tahun atau telah menikah
    • Pemohon maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah
    • Gaji / penghasilan pokok tidak melebihi :
    • Rp. 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak
    • Rp. 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun
    • Atau maksimal gaji/penghasilan pokok sesuai ketentuan pemerintah
    • Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
    • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku
    • Menandatangani Surat Pernyataan diatas materai

     Biaya-biaya

    Biaya Provisi 0.5%
    Biaya Administrasi Rp 250.000,-
    Biaya Notaris

    Kelengkapan Dokumen

    No Dokumen Pegawai Wiraswasta  
    1. Form Aplikasi Kredit dilengkapi dengan Pasfoto terbaru Pemohon dan Pasangan       √         √  
    2. Fotocopy KTP Pemohon dan Pasangan, Fotocopy Kartu Keluarga, Fotocopy Surat Nikah/Cerai        √         √  
    3. Slip Gaji Terakhir/Surat Keterangan Penghasilan, Fotocopy SK Pengangkatan Pegawai Tetap/Surat Keterangan Kerja        √    
    4. SIUP, TDP & Surat Keterangan Domisili serta Laporan Keuangan 3 bulan terakhir           √  
    5. Fotocopy NPWP         √          √  
    6. Fotocopy Rekening Koran/Tabungan 3 bulan terakhir          √           √  
    7. Surat Pernyataan belum memiliki rumah  dari pemohon dan pasangan           √           √  
    8. Surat Pernyataan belum pernah menerima subsidi rumah dari pemerintah yang dibuat pemohon dan pasangan          √           √  
             

    Ketentuan Penghunian

    1. Penggunaan sebagai tempat tinggalatau hunian oleh pemilik
    2. Jika Pemilik meninggalkan rumah/hunian secara terus menerus selama 1 (satu) tahun tanpa memenuhi kewajiban   berdasarkan perjanjian, Pemerintah berwenang mengambil alih kepemilikan rumah tersebut
    1. Ketentuan sewa /dialihkan kepemilikannya dalam hal:
      • Pewarisan
      • telah dihuni lebih dari 5 (lima) tahun untuk Rumah Sejahtera Tapak
      • Telah dihuni lebih dari 20 (dua puluh) tahun untuk Satuan Rumah Sejahtera Susun
      • Pindah tempat tinggal akibat peningkatan sosial ekonomi; atau
      • Untuk kepentingan Bank Pelaksana dalam rangka penyelesaian kredit atau pembiayaan bermasalah
  • LAPORAN PADA PERSEROAN TERBATAS
  • 2017-05-02 14:27
  • Pengaturan mengenai laporan tahunan perseroan terbatas di atur pada Bab IV Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”). Berikut di bawah ini akan diuraikan mekanisme penyampaian Laporan Tahunan kepada RUPS.

    Direksi bertugas membuat laporan tahunan perseroan, dan kemudian disampaikan kepada dewan komisaris untuk ditelaah dan setelah itu baru disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”). Tenggang waktu penyampaian laporan tahunan kepada RUPS adalah paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku perseroan berakhir, sebagaimana di atur dalam Pasal 66 ayat (1) UUPT.

    Berdasarkan Pasal 66 ayat (2) UUPT, laporan tahunan harus memuat:

    1. Laporan keuangan, paling sedikit memuat neraca akhir tahun buku yang lampau dalam perbandingan dengan tahun buku sebelumnya, laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan, laporan arus kas, laporan perubahan ekuisitas dan catatan atas laporan keuangan tersebut.

    2. Laporan mengenai kegiatan perseroan.

    3. Laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

    4. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha perseroan.

    5. Laporan mengenai tugas pegawasan yang telah dilaksanakan dewan komisaris selama tahun buku yang baru lampau.

    6. Nama anggota direksi dan anggota dewan komisaris.

    7. Gaji dan tinjauan bagi anggota direksi dan gaji atau honorarium dan tunjangan anggota dewan komisaris perseroan untuk tahun yang baru lampau.

    Laporan keuangan tersebut wajib disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan. Standar akuntansi keuangan tersebut merupakan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi Akuntan Indonesia dan diakui Pemerintah Republik Indonesia.

    Berdasarkan Pasal 66 ayat (4) UUPT, terhadap perseroan yang wajib diaudit, maka neraca keuangan dan laporan laba rugi yang telah diaudit tersebut harus disampaikan kepada Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Laporan tahunan perseroan ditandatangani oleh semua anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris yang menjabat pada tahun buku yang bersangkutan dan disediakan di kantor Perseroan sejak tanggal panggilan RUPS untuk dapat diperiksa oleh pemegang saham. Hal ini diatur dalam Pasal 67 UUPT.

    Berdasarkan penjelasan pasal ini, penandatanganan laporan tahunan merupakan bentuk pertanggungjawaban anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya.

    Dalam hal terdapat anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang tidak menandatangani laporan tahunan, maka yang bersangkutan harus menyebutkan alasannya secara tertulis, atau alasan tersebut dinyatakan oleh Direksi dalam surat tersendiri yang dilekatkan dalam laporan tahunan. Namun, apabila terdapat anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang tidak menandatangani laporan tahunan dan tidak memberi alasan secara tertulis, yang bersangkutan dianggap telah menyetujui isi laporan tahunan.

    Sesuai dengan ketentuan Pasal 68 ayat 1 UUPT, direksi wajib menyerahkan laporan keuangan Perseroan kepada akuntan publik untuk diaudit apabila:

    1. Kegiatan usaha Perseroan adalah menghimpun dan/atau mengelola dana masyarakat, seperti bank, asuransi, reksa dana;

    2. Perseroan menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat;

    3. Perseroan merupakan Perseroan Terbuka;

    4. Perseroan merupakan persero;

    5. Perseroan mempunyai aset dan/atau jumlah peredaran usaha dengan jumlah nilai paling sedikit Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah);

    6. Diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

    Apabila kewajiban tersebut tidak dapat dipenuhi, laporan keuangan tidak akan disahkan oleh RUPS. Laporan atas hasil audit akuntan public, disampaikan secara tertulis kepada RUPS melalui Direksi.

    RUPS melakukan persetujuan laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan, dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris dilakukan oleh RUPS sebagaimana sesuai dalam Pasal 69 UUPT .

    Berkaitan dengan ketentuan tersebut, anggota direksi dan anggota dewan komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng apabila laporan keuangan yang disediakan tidak benar atau menyesatkan. Namun, apabila terbukti bahwa keadaan tersebut bukan karena kesalahannya, anggota direksi dan anggota dewan komisaris dapat dibebaskan dari tanggung jawab tersebut.

     

     

  • 5 Kesalahan Memilih Warna Cat Dinding
  • 2017-04-19 15:47
  • Mengganti warna cat merupakan cara mudah dan murah untuk menyegarkan interior rumah Anda. Akan tetapi, ternyata urusan yang satu ini tidak segampang yang Anda bayangkan. Jangan sampai Anda menyesal lantaran keliru memilih warna cat—yang membuat tampilan rumah Anda kurang menarik.

    Ada lima kesalahan umum yang kerap terjadi saat memilih cat. Ada baiknya Anda memerhatikan hal ini agar tampilan rumah Anda makin menawan:

    Mengabaikan Pencahayaan

    Ingin tampil “aman” dengan memilih warna-warna terang, atau mencoba “berani” dengan warna-warna kuat tak selamanya keliru. Namun untuk memainkan pilihan warna ini, Anda perlu memerhatikan pencahayaan di rumah.

    Jika interior rumah Anda memiliki pencahayaan yang kurang, warna-warna yang terlampau berani justru akan membuat ruangan muram dan mata menjadi lelah.

    Tapi perlu pula diingat, untuk ruangan yang kurang pencahayaan, apalagi berukuran kecil, warna putih bukanlah pilihan yang tepat. Sebab, di ruangan seperti ini warna putih justru akan terlihat kusam.

    Mengabaikan Lantai dan Plafon

    Acap kali warna ataupun corak lantai terabaikan saat memilih warna cat dinding. Padahal, lantai memiliki pengaruh yang kuat terhadap keindahan ruang secara keseluruhan.

    Jika lantai Anda berupa lantai kayu, misalnya, Anda dapat memilih warna yang sama sekali lain dari warna-warna kayu. Bisa saja kontras, namun tetap selaras.

    Selain lantai, langit-langit (plafon) juga tak jarang luput dari perhitungan. Padahal langit-langit layaknya “dinding kelima” bagi sebuah ruang persegi empat.

    Untuk mengoptimalkan langit-langit rumah Anda, ada baiknya hindari memberikan warna putih yang seputih-putihnya. Warna-warna krem justru lebih baik agar langit-langit dapat membantu menjaga mood Anda.

    Terlalu Mencocokkan Warna

    Orang kerap berpikir bahwa cocok dan serasi berarti sama. Jika Anda berpikiran serupa dan memilih warna cat yang terlalu mirip dengan warna furnitur, pintu, atau jendela, maka Anda mengulang kesalahan orang kebanyakan.

    Pilihan semacam ini akan mengaburkan desain furnitur Anda dan membuat ruangan jadi hambar. Sebaliknya, pilihlah warna cat yang lebih terang atau lebih gelap supaya furnitur Anda dapat menampilkan pesonanya.

    Terlalu Banyak Warna di Tiap Ruangan

    Memberikan warna yang sama sekali berbeda dari ruangan ke ruangan akan merusak kepaduan dan keselarasan rumah Anda. Jika Anda sudah memilih warna tertentu untuk kamar tidur, ruang keluarga, atau ruang tamu, maka gunakan warna serupa untuk semua ruangan yang lain. Dengan begitu, Anda akan tetap dapat merasakan koneksi antarruang di dalam rumah Anda.

    Jika Anda memutuskan untuk memilih beberapa warna yang berbeda, seyogianya warna-warna tersebut tetap saling berkaitan. Misalnya, dengan memainkan gradasi antara putih dan krem.

    Fanatik dengan Warna Favorit

    Memiliki warna favorit tertentu memang wajar. Namun jika Anda bersikeras untuk menggunakan warna yang itu-itu juga setiap meremajakan tampilan rumah Anda, yang terjadi adalah suasana yang membosankan.

    Tak ada salahnya terbuka dan mencoba mengeksplorasi warna baru. Toh ruangan rumah Anda bisa juga berevolusi seiring waktu. Namun begitu, tak berarti memendam preferensi pribadi dan sekadar mengikuti tren juga baik.

    Yang perlu diingat, selera pribadi ataupun tren yang sedang berkembang paling baik dijadikan inspirasi untuk memilih warna yang dapat menyegarkan rumah Anda.

  • Tata Cara Tahapan Pengajuan KPR Rumah Melalui Bank
  • 2017-04-10 0:16
  • Kredit pemilikan rumah (KPR) sepertinya jadi solusi bagi yang ingin punya rumah idaman. Maklumlah, tak banyak orang mampu beli rumah secara tunai mengingat harganya yang naik terus. Nah, lewat fasilitas Kredit pemilikan rumah ini, kita cukup menyediakan uang muka 10 sd 30 persen dari nilai rumah yang kita beli dan Sisanya dibayarkan oleh bank lewat proses Kredit pemilikan rumah .

    Biaya Biaya apa saja yang harus disiapkan dalam Kredit pemilikan rumah ?

    • Biaya tanda jadi, Biaya tanda jadi ini berlaku untuk rumah bekas maupun rumah baru. Biasanya kalau rumah bekas itu kita bayar ke comblang (perantara). Sedangkan rumah baru, biaya tanda jadi ini diminta pihak developer sebagai tanda memesan unit rumah.
    • Uang muka, Uang muka mesti disiapkan sejak awal. Ketika sudah mencapai akad kredit dengan bank, barulah melunasi uang muka dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) di depan notaris. SPJB ini merupakan bukti pelunasan uang muka saat akad kredit. [Baca: Yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]
    • Biaya notaris untuk mengikat kredit dan sertifikat tanah, Biaya ini mencakup balik nama sertifikat tanah dan dokumen lain yang berkaitan dengan rumah. Biaya ini menjadi tanggungan pihak pembeli.
    • Biaya provisi, asuransi, Biaya ini dikutip bank jika KPR disetujui. Besarannya tergantung masing-masing bank. Cuma rata-rata sekitar 1% dari nilai pinjaman. Di samping itu, siapkan juga dana asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

    Itu baru biaya-biaya yang mesti diketahui sejak awal ketika berniat membeli rumah. Begitu sudah siap dengan berbagai biaya yang muncul, berikutnya adalah mengetahui proses mengajukan KPR ke bank.

    • Pelajari persyaratan pengajuan KPR sehingga mudah melengkapi dokumen.
    • Akan ada proses appraisal (penilaian) terhadap rumah yang hendak dibeli.
    • Kalkulasi penawaran bank (suku bunga, biaya akad kredit, asuransi, dan lain sebagainya)

    Akad kredit

    Katakanlah sudah mendapatkan rumah yang diincar dan sudah memberikan uang tanda jadi. Lalu apa langkah berikutnya?

    Lengkapi dokumen yang dipersyaratkan

    Pastikan semua dokumen sudah disiapkan sebelum mengajukan ke bank.

    Dokumen pribadi:

    • KTP dan kartu keluarga
    • NPWP
    • Buku nikah
    • Slip gaji
    • Surat keterangan bekerja (bagi pegawai)
    • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

     

    Dokumen rumah yang hendak dibeli

    • Salinan sertifikat tanah
    • Salinan izin mendirikan bangunan (IMB)
    • Salinan surat tanda jadi dari developer/penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.

     

    Setelah semua dokumen pengajuan KPR lengkap, barulah bawa ke bank. Bank akan memeriksa semua kelengkapan dokumen tersebut secara administratif. Tak ketinggalan juga bank akan memeriksa rekam jejak nasabah lewat BI Checking.

    Proses appraisal

    Begitu lolos dari BI Checking dan dianggap layak mendapat pinjaman, maka bank akan melanjutkan proses pengajuan KPR. Biasanya kalau beli rumah lewat developer yang sudah bekerja sama dengan bank, biasanya tahapan appraisal ini tidak dipungut biaya. Pasalnya, bank sudah setuju dengan harga rumah tersebut dan tak perlu lagi menilai harga rumah yang jadi obyek jaminan kredit.

    Beda kasus dengan beli rumah bekas atau rumah baru di mana developernya tak bekerjasama dengan bank. Pihak bank akan mengutus petugas untuk menilai atau melakukan appraisal rumah tersebut untuk menentukan harganya.

    Sebagai catatan, proses appraisal ini tak gratis. Calon pembeli rumah harus membayar jasa petugas appraisal yang besarannya sesuai dengan kebijakan bank. Lain halnya jika mengajukan KPR ke bank syariah yang tidak memungut bayaran jasa appraisal.

    Kalkulasi penawaran bank

    Ketika bank sudah menginformasikan appraisal dari rumah tersebut dan setuju mencairkan pinjaman KPR, jangan buru-buru bersorak dulu. Perhatikan beberapa hal sebelumnya mengingat KPR adalah perjanjian utang dengan jangka waktu yang panjang.

    Bank akan mengirim petugas appraisal untuk menilai harga rumah.  Apa saja poin yang mesti didalami dari penawaran bank?

    Perhatikan tawaran suku bunga,Cek besaran suku bunga yang ditawarkan. Di awal biasanya bank menawarkan bunga yang cukup kompetitif, misalnya di bawah 9%/tahun. Cuma umur suku bunga ini hanya untuk maksimal dua tahun saja. Terus sesuai perjanjian, sesudah itu bunga akan menyesuaikan “bunga pasar”.  Begitu BI menetapkan BI Rate tinggi maka otomatis mengerek suku bunga KPR juga. Sayangnya, begitu BI menurunkan BI Rate, bank tak serta merta menurunkan suku bunga kredit. Inilah risikonya meminjam dana KPR ke bank karena terikat dengan peraturan bank.

    Syarat dan ketentuan, Pelajari syarat dan ketentuan yang digariskan bank. Pasalnya, inilah ‘hukum’ yang berlaku bila jadi ambil KPR dari bank tersebut. Sebut saja peraturan tentang besaran pinalti jika melunasi sebagian atau seluruh utang sebelum masa kredit berakhir. Maka itu, jika sejak awal berencana melunasi sebagian utang maka carilah bank yang menerapkan biaya penalti yang kecil.   Begitu pun juga tentang denda jika terlambat membayar angsuran. Berapa besaran denda yang diberlakukan bank. Perhatikan juga metode angsuran, apakah lewat potong saldo atau transfer.

    Cek dengan detail rincian biaya KPR, Jangan abaikan tiap rincian biaya yang timbul begitu KPR disetujui. Misalnya saja biaya provisi, pajak pertambahan nilai (PPN), biaya balik nama sertifikat, dan lain sebagainya.

    Kredit disetujui bank

    Saat akad kredit maka bank memberikan SP3K. Begitu bank setuju untuk mencairkan KPR, maka akan mengeluarkan SPK (Surat Persetujuan Kredit). Di situ tertulis notaris yang ditunjuk bank untuk mengurus semua persyaratan. Soal tarif notaris, bank biasanya meminta pihak calon pembeli rumah menanyakan langsung ke notaris yang ditunjuk.

    Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biayabalik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain.

    Oh iya, tarif notaris ini bisa dinegosiasikan. Tak ada salahnya menawar agar mendapat tarif yang lebih murah. Toh, sekali lagi tarif notaris ini bukan bank yang menentukan.

    Tanda tangan akad kredit

    Penandatangan akad kredit adalah puncak dari proses pengajuan KPR. Proses ini dilakukan di hadapan notaris yang jauh-jauh hari sudah diagendakan. Biasanya seminggu sebelumnya dilakukan pemberitahuan rencana penandatanganan akad kredit.

    Pihak yang hadir di akad kredit ini antara lain pihak pembeli (suami dan istri), wakil dari bank, pihak penjual, dan notaris. Semua pihak tidak bisa diwakilkan karena wajib menunjukkan identitas asli ke hadapan notaris.

    Masing-masing pihak, baik pembeli maupun penjual rumah, akan menyerahkan dokumen yang diperlukan. Misalnya penjual menyerahkan dokumen terkait rumah (IMB, sertifikat tanah, dll). Selanjutnya notaris akan memeriksa semua keabsahan dokumen itu. Misalnya mengecek sertifikat tanah, pajak. Bila semua oke, notaris akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen ke penjual sebagai bukti semua dokumen rumah itu telah berpindah tangan.

    Jika semua lancar dan dokumen akad kredit ditandatangani, maka bank akan mentransfer dana ke pihak penjual (developer/pemilik rumah lama). Notaris juga memproses balik nama sertifikat tanah, AJB, ke pemilik rumah baru.

    Surat-surat yang diurus notaris itu nantinya diserahkan ke bank bersama surat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai jaminan atas kredit tersebut. Notaris akan memberikan salinan sertifikat itu kepada pihak pembeli dalam jangka waktu tertentu. Bisa tiga bulan atau enam bulan setelah akad kredit. tahapan dan cara mengajukan KPR cukup rumit dan membutuhkan waktu yang panjang. Kadang waktunya antara 6-12 bulan. Tapi demi rumah idaman, pasti harus semangat melewatinya.

    Selanjutnya setelah akad kredit sudah ditandatangani maka bulan berikutnya siap-siap membayar angsuran bulanan sesuai jatuh tempo yang ditentukan saat akad kredit.

  • Tips Dekorasi Hemat
  • 2017-04-09 14:18
  • Kegiatan mendekorasi rumah memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tidak mengherankan jika banyak orang yang malas merubah rumahnya.

    Padahal, Anda juga bisa mengakali dengan membuat dekorasi yang lebih hemat biaya. Ada berbagai macam trik yang dapat Anda lakukan agar bisa menciptakan dekorasi rumah yang bagus dengan biaya yang minim. Langkah awal yang bisa Anda lakukan ialah merencanakan pembiayaan yang matang sehingga tidak ada dana yang lari ke pos lain.

    Kunci utama dalam melakukan dekorasi ialah, Anda harus bisa menahan diri untuk melakukan pembelian perabot yang mahal. Ada beberapa trik yang dapat Anda lakukan saat ingin membuat dekorasi baru dengan biaya minim.

    Pilih perabot yang paling tepat

    Pilih perabot yang pas untuk mendekorasi ruang. Anda dapat memilih desain dengan gaya klasik sehingga tidak rentan termakan oleh jaman dan bisa digunakan dalam jangka yang lama. Dengan cara ini, Anda tidak perlu repot jika suatu saat ingin mengubah ruangan tersebut.

    Manfaatkan barang yang sudah ada

    Dibandingkan dengan Anda melakukan pembelian barang yang baru, lebih baik Anda menggunakan barang yang telah ada untuk dekorasi tersebut. Anda dapat memperbaiki barang lama yang telah rusak. Barang yang usang bukan berarti tidak dapat membuat suasana menjadi berbeda. dengan hadirnya barang lama ini dapat membuat suasana menjadi berbeda.

    Beli barang bekas

    Membeli perabotan baru di toko, pasti memerlukan dana yang tidak sedikit bukan? Anda tidak perlu ragu untuk membeli barang-barang bekas yang berada di toko loak. Jangan salah, di toko loak terkadang banyak harta karun yang disimpan. Langkah ini juga cocok jika Anda ingin memunculkan kesan jaman dulu di ruangan. Biasanya barang-barang yang dijual di toko atau pasar bekas mempunyai ciri antik dan jaman dulu.

    Tak perlu takut bermain dengan warna

    Tidak perlu mengganti barang lama dengan barang yang baru. Untuk dekorasi, Anda dapat melakukannya dengan menggunakan permainan warna. Cukup menggunakan cat. Pilih warna yang sesuai dengan selera Anda. Cat seluruh furnitur yang ada di rumah Anda dengan warna terang sehingga memberi kesan berbeda.  

     

     

     

  • Garis Sempadan Bangunan (GSB)
  • 2017-04-08 7:23
  • GSB atau Garis Sempadan Bangunan, dibuat supaya setiap orang tak semaunya membangun sebuah bangunan. Selain itu GSB tersebut nantinya juga bergunan untuk terciptanya pemukiman yang nyaman, rapi dan aman.

    Membangun rumah bagaikan kita akan menyeberang sebuah jalan. Anda harus lihat kekiri dan kekanan terlebih dahulu agar selamat sampai ke seberan. Begitu juga dalam hal membangun rumah, banyak aspek  yang perlu Ada perhatikan supaya nyaman untuk dihuni.

    Aspek tersebut dapat berupa persyaratan teknis serta administratif yang sesuai dengan fungsi sebuah rumah sebagai hunian. Segala persyaratan tersebut sudah tertuang dalam aturan mengenai tata bangunan serta lingkungan yang telah ditetapkan pemerintah atau pemerintah daerah. Dengan banyaknya persyaratan yang musti dipenuhi oleh masyarakat yang hendak membangu, kadan membuat orang memilih untuk mengabaikan peraturan tersebut, juga termasuk aturan tentang Garis Sempadan Bangunan atau GSB.

    Di dalam Pasal 13 Undang-undang No. 28 Th 2002 mengenai Bangunan Gedung telah menyebutkan bahwasanya sebuah bangunan haruslah memiliki berbagai persyaratan jarak bebas bangunan yg di dalamnya meliputi GSB serta jarak antar bangunan. Selain itu juga dalam membangun sebuah rumah, perlu sudah mendapatkan standarisasi dari pihak pemerintah yg tercantum dalam SNI No. 03-1728-1989. Standar tersebut isinya mengatur setiap orang yang akan mendirikan bangunan haruslah memenuhi berbagai persyaratan lingkungan di sekitar bangunan, di antaranya adalah larangan utk membangun di luar batas GSB.

     

    Pengertian GSB

    Dalam penjelasan di Pasal 13 Undang-undang No. 28 Thn 2002, Garis Sempadan Bangunan atau GSB tersebut memiliki arti sebuah garis yg membataskan jarak bebas minimum dari sisi terluar sebuah massa bangunan thdp batas lahan yg dikuasai. Pengertian ini dapat disimpulkan bahwa GSB ialah batas bangunan yg diperbolehkan untuk dibangun rumah atau gedung.

    Patokan serta batasan untuk cara mengukur luas GSB (Garis Sempadan Bangunan) ialah as atau garis tengah jalan, tepi pantai, tepi sungai, rel kereta api, dan/atau juga jaringan tegangan tinggi. Hingga kalau sebuah rumah kebetulan berada di pinggir sebuah jalan, maka garis sempadannya diukur dari garis tengah jalan tersebut sampai sisi terluar dari bangunan di tanah yang dikuasai si pemilik.

    Untuk faktor yang menentukan GSB ialah letak atau tempat dari lokasi bangunan tersebut berdiri. Rumah yang letaknya di pinggiran jalan, GSB-nya ditentukan oleh fungsi serta kelas jalan. Untuk lingkungan pemukiman standardnya ialah berkisar antara 3 sampai dengan 5 m.

    Garis Sempadan Bangunan

    Bangunan Terluar Menurut GSB

    Pandangan tentang sisi bangunan terluar masih rancu oleh masyarakat. Beberapa menyebutkan bahwa sisi bangunan terluar ialah pagar rumah itu sendiri. Tapi sebenarnya adalah dari sisi luar fisik bangunan itu sendiri dengan komposisi lengkap dimulai dari sloof, pondasi, pasangan bata, jendela, pintu, atap dan plafond.

    Kalau melakukan renovasi sebuah rumah, menambah bangunan melewati batasGSB  atau Garis Sempadan Bangunan  masih ditolerir. Tetapi tak boleh juga dengan semrono melakukannya. Terdapat beberapa hal yang ditolerir yang masih dapat dibenarkan. Toleransi ini berlaku bagi bangunan sifatnya struktur, dan bukan bangunan ruang. Contohnya adalah elemen pergola yang berfungsi sebagai penyangga atap carport. Tetapi dalam membuat pergola tersebut juga tidak boleh sesuka Anda. Atap pergola itu tidak diperbolehkan menjorok ke lahan atau keluar pagar. Dan satu lagi, jika Anda merubah fungsi carport itu sendiri dengan ruang tidur atau gudang misalnya, maka Anda akan dikenakan sangsi oleh pemerintah.

    GSB Bagi Segi Keamanan dan Estetika 

    Undang-undang serta peraturan mengenai GSB ini dibuat agar pemukiman disekitar rumah jadi teratur dan aman. Bisa Anda bayangkan kalau pemukiman rumah bisa menjadi semrawut disebabkan para penghuninya yang sesukanya dalam membangun dan mengembangkan rumah. Penghuninya dengan sesuka hati mengembangkan rumah serta memaksimalkan lahan disekitarnya. Seperti membuat kamar baru atau ruangan lainnya melewati batas GSB hingga terlalu dekat dengan pagar. Dan ada penghuni yang membuat jalan menuju carport melebih batas pagar, sampai melewati batas jalan walau sedikit. Hasilnya sebuah pemukiman akan tidak sedap untuk dipandang, serta semrawut.

    Selain dari faktor estetika, GSB ini dibuat juga untk kepentingan kemanan para pengendara kendaraan bermotor atau sepeda yang depan sebuah rumah. Apabila Sebuah rumah berada di simpang jalan atau biasa desebut rumah hook, rumah seperti ini membuat jalan akan rawan dengan kecelakaan. Kecelakan tersebut terjadi dikarenakan sipengendara tak melihat pengendara lain dari arah yang berlawanan berlawanan. Jarak lepas bebas pandang sipengendara akan terganggu, sebab akan tertutup oleh bangunan di hook tersebut yang  terlalu menjorok keluar batas GSB.

    Untuk bangunan yang di persimpangan sebuah jalan, ada dua  ketentuan GSB, yaitu dari sisi muka bangunan tersebut serta dari samping bangunan itu. Ini sering dilupakan atau sengaja dilupakan oleh pemilik rumah. Mereka akan membangun berdasarkan satu GSB saja. Beberapa orang dengan sengaja merapatkan bangunannya salah satu sisi batas lahan, hingga melewati GSB samping. Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya tidak hanya rumah yang berada di simpang jalan yang memiliki ketentuan GSB samping. Tapi semua rumah harus memiliki GSB 

    Garis Sempadan Bangunan) dan samping.

    Menurut Putusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor. 441 Th 1998 mengenai Pesyaratan Teknis Bangunan, GSB dari belakang dan samping bangunan juga perlu diperhatikan. Terdapat beberapa persyaratan dalam memenuhi GSB samping dan belakang. Persyaratan tersebut  ialah:

    <!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Struktur serta pondasi bangunan terluar haruslah berjarak paling kurang 10 cm ke arah dalam di hitung dari batas terluar lahan yang dikuasai.

    <!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Untuk renovasi ataupun perbaikan bangunan yang pada mulanya menggunakan dinding pembatas bersama dgn bangunan yang ada di sebelahnya, harus membuat dinding batas baru tepat disebelah dinding pembatas yang sudah ada.

    <!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Sisi dinding paling luar tidak dibolehkan melewati batas dari pekarangan. Contohnya pagar.

    <!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Untuk bangunan hunian rumah tinggal yang rapat, tidak ada jarak untuk bebas samping, tapi  jarak bebas belakang harus minimal 1/2 dari panjang GSB muka.

    Selain perhitungan GSB, dalam pembangunan sebuah rumah juga perlu diperhatikan faktor estetika yang berhubungan dengan peletakan elemen struktur. Penerapan bukaan jendela dlm bentuk apapun pd dinding batas dari pekarangan adalah tidak diperbolehkan, juga termasuk pemasangan elemen glass block.

    Sanksi Terhadap Pelanggaran GSB

    Pastilah setiap aturan mempunyai sanksi bagi pelanggarnya. Begitu juga dengan peraturan GSB ini. Berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Th 2002 mengenai Bangunan Gedung, untuk sanksi administratif-nya akan dikenakan pada pemilik bangunan. Sanksi itu berupa peringatan pembatasan kegiatan pembangunan, sangsi tertulis, penghentian pelaksanaan pembangunan sementara waktu, pencabutan dari izin membuat bangunan sampai perintah untuk pembongkaran paksa bagi bangunan tersebut.

    Selain itu juga kalau kita ketahuan membangun melebihi GSB, akan dikenakan sanksi lain. Sanksi itu berupa denda sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) dihitung dari nilai bangunan tersebut yang telah atau sedang dibangun. (zen@2017)

     

     

  • Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • 2017-04-07 18:04
  • Berikut adalah langkah-langkah dari awal pengurusan perizinan (IMB) bagi Developer Property yang akan membangun perumahan. 
    1.    Memastikan tanah yang akan dikelola sebagai perumahan berada pada jalur yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kota ( RTRK) agar tidak kesulitan untuk ijin pemanfaatan tanahnya. 

    2.    Melakukan pengecekan RTRK, apakah daerah tersebut nantinya diperuntukkan untuk apa, untuk
    pemukiman, industri atau memang jalur hijau. 

    3.    Apabila ternyata daerah tersebut direncanakan sebagai pemukiman maka kita bisa lanjutkan untuk rencana mengembangkan perumahan. 

    4.    Lanjut ke langkah berikutnya, adalah mengurus perijinan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). 

    5.    Pengurusan ijin untuk Advice Planning, yaitu ijin kesesuaian antara Site Plan pengembangan perumahan dan tata ruang di daerah tersebut. 

    6.    Mesiapkan dan melampirkan syarat wajib antara lain:
    a.    proposal ijin pemanfaatan ruang, yang berisi segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan lokasi tersebut, 
    b.    juga dilampiri sertifikat tanah, apabila tanah itu masih atas nama orang lain dilampiri surat kuasa bermeterai cukup untuk mengurus perijinan tersebut.
    c.    Gambar perencanaan lahan (Site Plan) sudah pasti harus ada. 

    7.    Memastikan keluar produk dari ijin ini adalah Gambar Rekomendasi Advice Planning yang berisi garis besar aturan untuk pembangunan. 
    Misal: garis pagar harus berapa meter dari jalan, garis muka bangunan harus berapa meter dari jalan dan masih banyak yang lainnya. 

    8.    Produk perijinan lainnya yang dihasilkan dari langkah ini adalah Ijin Prinsip atau Surat Keputusan yang disetujui oleh kepala daerah Bupati atau Walikota. Biasanya lebih dari 5 rumah sudah dianggap sebagai sebuah perumahan.

    9.     Pengecekan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Negara (BPN). 
    Pertama kita cek sertifikat apakah sudah sesuai dengan fisiknya, minta pada petugas untuk cek ulang patok pembatasnya apakah sudah sesuai dengan luasan yang ada pada sertifikat. 
    Setelah itu sesuaikan sertifikat dengan syarat dan kebutuhan yang akan digunakan untuk pengembangan perumahan, misal apakah tanah itu harus digabung sertifikatnya karena sebelumnya terdiri dari sejumlah sertifikat hak milik. 

    10.    Pastikan status yang dipersyaratkan untuk lahan tersebut, harus Hak Guna Bangunan (HGB).
    a.    Tanah tersebut atas nama PT (perusahaan) atau mungkin boleh langsung dipecah kavling atas nama Pribadi. 
    b.    Seandainya memang diperbolehkan dipecah kavling atas nama Pribadi, hal tersebut sangat memudahkan pengurusan dan menghemat anggaran untuk retribusi pajak dan perijinan. 
    c.    Kalaupun memang harus berstatus HGB langkah awalnya adalah penurunan status dari SHM ke HGB tetapi masih atas nama Pribadi, kemudian dari HGB atas nama Pribadi diubah menjadi HGB atas nama PT/ Perusahaan. 

    11.    Tanyakan pada BPN setempat untuk detail tiap proses perijinannya sampai proses selesai.

    12.    Masih di kantor BPN, mencari Ijin Perubahan Penggunaan Tanah. Ini sebagai syarat nanti kita melangkah untuk pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

    13.    Mengurus  ijin AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan) atau  ijin UKL/UPL ( upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemanfaatan lingkungan hidup ) ke kantor KLH (Kementrian Lingkungna Hidup). Proses ini awalnya kita diharuskan cek kadar air tanah pada lokasi. Setelah itu kita membuat proposal tentang plus minus dan dampak yang akan terjadi pada proyek yang akan kita kembangkan. 

    14.    Produk perijinan ini adalah surat rekomendasi dari kantor KLH yang nantinya dilampirkan juga sebagai pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

    15.    Mengurus IMB  ke kantor Perijinan Terpadu atau kantor Perijinan Satu. Bersamaan dengan pengajuan IMB, kita mengurus pengesahan Siteplan Perumahan (zoning). 

    16.    Setelah itu langkah terakhirnya adalah IMB. Syarat pengajuan IMB ini adalah akumulasi dari perijinan-perijinan yang telah dikerjakan sebelumnya,ditambah dengan  :
    a.    Gambar kerja Rumah yang akan dibangun.
    b.    Surat pernyataan Tetangga yang disyahkan tetangga kanan kiri depan belakang, RT/RW, Kelurahan, Kecamatan.
    c.    Surat Pernyataan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan segala yang ditimbulkan.
    d.    Copy Status Tanah.
    e.    Copy KTP penanggung jawab.
    f.    Copy lunas PBB.

    17.    Kalau semua syarat sudah dilampirkan kita tinggal menunggu hasilnya keluar dan membayar retribusi yang nilainya sesuai dengan luas tanah dan bangunannya. (zen@2017)

  • Garut Property
  • 2017-04-07 16:45
  • GARUT PROPERTY

    Garut Property siap menyajikan Informasi tentang property di Garut dengan konsef 3 M : Mudah, Murah dan Manfaat

    Media Informasi lengkap tentang property di Garut akan segera diluncurkan, masyarakat dapat mendapatkan manfaat  mengenai info terbaik tentang lahan, rumah dan jasa. Kami siap mempertemukan penjual dan pembeli hingga mencapai kesepakatan jual beli di antara keduanya, sekaligus mengurus keperluan sebelum dan sesudah proses transaksi.

    Keuntungan Menggunakan Jasa Garut  Properti 

    Efektif

    Garut properti memiliki jaringan yang luas. Informasi tentang properti kita yang akan dijual akan disebarkan ke seluruh jaringan yang dimiliki agen properti. Pemasaran bisa lebih efektif karena jangkauan yang luas dan tepat sasaran. Karena agen properti umumnya sudah memiliki daftar atau calon pembeli, sehingga mencari pembeli yang potensial pun akan lebih cepat dan mudah dilakukan. Dengan kemajuan teknologi sekarang, agen properti biasanya memiliki database berbagai profil produk properti yang dikemas dalam bentuk situs webCara seperti ini bisa membuat properti kita lebih cepat laku.

     

    Efisien

    Pemilik properti tidak perlu mengeluarkan waktu dan tenaga untuk menjual dan memasarkan propertinya. Dalam proses penjualan properti, agen akan menyelesaikan masalah administrasi terlebih dahulu. Jika dilakukan mandiri, mengurus masalah administrasi penjualan bisa memakan waktu dan biaya. Untuk pengurusan administrasi dan appraisal pun segala biaya akan ditanggung agen terlebih dahulu. Appraisal adalah pihak yang menaksir harga tanah dan bangunan secara objektif.

    Lebih Memahami Harga Pasar

    Keuntungan ketika menggunakan agen properti adalah pemilik mendapatkan harga jual yang tidak terlalu tinggi sehingga properti cepat terjual, dan juga tidak terlalu rendah sehingga pemilik tidak menderita kerugian. Dengan agen yang berpengalaman untuk menangani penjualan properti sejak lama dan memiliki daftar listing properti yang lengkap, maka agen properti ini pun akan membantu anda mengetahui harga pasaran dengan tipe properti yang sesuai dengan properti anda.

    Legalitas Terjamin

    Garut properti lebih memiliki pengalaman dan kemampuan dalam hal dokumentasi. Sehingga mereka bisa menjamin prosedur legal penjualan properti, seperti keperluan balik nama, sertifikat, dan lain-lain. (zen@2017)